Wednesday, November 25, 2020

Revolusi Tiongkok (Cina)

 Latar belakang terjadinya Revolusi Tiongkok disebabkan dari faktor internal negara Tiongkok dan faktor eksternal. Ini dia penyebab-penyebabnya:

A.    Perlawanan Atas Dominasi Asing

1)      Perang Candu I dan II

Kedatangan bangsa-bangsa Barat mulanya diawali dengan perdagangan. Ketika bangsa Barat melakukan pelayaran ke Nusantara, tujuan utama mereka adalah rempah-rempah. Keadaan ini berbeda dengan Tiongkok, karena yang menjadi komoditi adalah opium (candu). Komoditas ini dipilih karena mendatangkan keuntungan yang besar bagi Inggris. Sebetulnya, mengonsumsi bahan ini telah dilarang oleh Kaisar karena menimbulkan dampak yang buruk. Meski begitu, pihak Inggris tetap memaksa untuk memperjualbelikan komoditas ini. Akhirnya, Kaisar memutuskan untuk menghentikan perdagangan tidak sehat itu.


Akibat larangan tersebut, Inggris memberi perlawanan dengan mengirim armada angkatan laut dan berhasil menguasai kota pelabuhan Hongkong, Kanton, Xiamen, Ningbo, Fuzhou, dan Shanghai. Tiongkok-pun terpaksa mengakui keunggulan Inggris dengan menandatangani Perjanjian Nanking pada 1842. Isi Perjanjian Nanking antaralain lima pelabuhan Cina dibuka untuk perdagangan bangsa asing (disebut Treaty Port), Inggris memperoleh wilayah Hongkong dan Inggris memperoleh hak ekstrateritorial. Hak ekstrateritorial adalah hak untuk hidup di bawah hukum Negara asalnya. Kesepakatan ini mengurangi kedaulatan Cina. Perjanjian Nanking menandai pembukaan Cina bagi dunia luar.

Saturday, November 21, 2020

Revolusi Prancis

 

(Sumber: wawasansejarah.com)

Prancis dikenal sebagai salah satu Negara maju di wilayah Eropa Barat. Kemajuan Prancis pada masa kini tidak terlepas dari peristiwa sejarah yang terjadi beberapa abad sebelumnya, yaitu pada masa Revolusi Prancis. Revolusi Prancis merupakan sebuah revolusi bersar yang terjadi di Prancis pada tahun 1789 – 1871. Revolusi Prancis juga disebut Revolusi Juli karena meletus pada tanggal 14 Juli 1789. Revolusi ini terjadi sebagai reaksi terhadap kekuasaan raja yang absolut. Revolusi Prancis dipelopori kaum borjuis (masyarakat menengah) yang ingin menggantikan peranan rohaniawan dan kaum bangsawan dalam pemerintahan.

A.      Pemikiran-Pemikiran Yang Melatar Belakangi Revolusi Prancis

Sebelum revolusi Prancis, masyarakat tidak memiliki hak memperoleh kebebasan. Sejak Prancis diperintah oleh Raja Louis XIV (1643-1715), kekuasaan raja menjadi tidak terbatas. Dewan perwakilan rakyat (Etats Generaux) dibubarkan. Raja Louis XIV dikenal dengan semboyannya, yaitu L’etat c’est moi (negara adalah saya). Raja Louis XIV hidup dalam kemewahan, sementara itu kehidupan rakyat semakin menderita.

Sebelum berlangsungnya Revolusi Prancis, masyarkat Prancis terbagi dalam tiga golongan. Golongan I terdiri atas para bangsawan, golongan II terdiri atas kaum rohaniawan dan golongan III terdiri atas rakyat biasa. Golongan I dan II hidup mewah dengan memiliki berbagai hak istimewa dan bebas dari pajak. Sementara itu, golongan III terdiri atas rakyat yang hidup menderita. Revolusi Prancis disebabkan beberapa factor berikut.

Saturday, October 31, 2020

Revolusi Industri

Revolusi Industri merupakan suatu periode ketika terjadi perubahan besar terutama dalam bidang perindustrian. Sampai abad pertengahan XVI, Inggris merupakan Negara agraris. Revolusi Industri pertama kali terjadi di Inggris dimulai pada industri tekstil. Saat revolusi industri, terjadi perubahan yang besar dan cepat dalam bidang industri, karena di saat itulah tenaga manusia mulai dibantu mesin. Revolusi industry adalah dampak nyata dari renaisans.

Istilah Revolusi Industri pertama kali diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis Auguste Blanqui pada pertengahan abad ke XIX. Menurut T.S. Ashton, sejarawan ekonomi asal Inggris menyatakan Revolusi Industri diperkirakan terjadi sekitar tahun 1750-1830. Meski begitu, sebenarnya revolusi industri tidak hanya terjadi satu kali.

A.    Latar Belakang Revolusi Industri

Revolusi Industri membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat Inggris. Dalam revolusi industrim system manual mulai diganti dan beralih menggunakan mesin. Berlangsungnya Revolusi Industri tidak lepas dari beberapa factor:

1)      Factor penyebab revolusi Industri

Inggris merupakan Negara pelopor Revolusi Industri. Inggris mempunyai kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadinya Revolusi Industri. Banyak factor yang menebabkan Inggris menjadi tempat lahirnya reolusi Industri antaralain:

a)      Revolusi Agraria

b)      Inggris memiliki tenaga ahli dalam bidang perindustrian

c)      Masyarakat diberi kebebasan berusaha

d)     Kekayaan alam yang dimiliki Inggris melimpah

e)      Inggris memiliki tanah jajahan luas

f)       Inggris memiliki tenaga kerja yang banyak dan murah

g)      Inggris memiliki modal besar

h)      Adanya dukungan stabilitas keamanan

i)        Di Inggris berdiri banyak kongsi dagang

2)      Factor Pendorong Revolusi Industri

Inggris juga memiliki kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk mendorong terjadinya Revolusi Industri. Inggris memiliki keunggulan-keunggulan disbanding dengan Negara-negara lain. Factor pendorong Revolusi Industri sebagai berikut:

a)      Perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi

b)      Perubahan fungsi tanah

c)      Pengaruh paham-paham baru dalam bidang perekonomian

Gambar 1: Kata Kunci
Sumber: blog.ruangguru.com

B.    Proses Revolusi Industri

Revolusi Industri Fase Pertama

Revolusi Industri tidak hanya terja Di fase pertama, perubahan berfokus pada bidang tekstil lewat penemuan alat pemintal benang. Alat pemintal benang pertama dibuat oleh James Hargreaves (1767) dan diberi nama Spinning Jenny. Alat pemintal benang tersebut nantinya disempurnakan oleh Richard Arkwright dengan membuat alat pemintal yang bertenaga air serta mampu menghasilkan benang lebih halus dibanding hasil benang “spinning jenny”. Penemuan benda tersebut tentunya mendorong munculnya pabrik dan produksi massal dalam industri katun.

Pemikiran dan Peristiwa Penting di Eropa - Aufklarung

 Secara etimologi, Aufklarung berarti pencerahan. Aufklarung bermakna gerakan yang memberikan kedudukan dan kepercayaan luar biasa kepada akal budi manusia. Aufklarung juga dikenal sebagai periode pencerahan yang terjadi di Eropa pada abad XVIII. Dikatakan zaman pencerahan karena manusia mulai menggunakan rasio atau akal budinya untuk mencari kebenaran atas segala sesuatu yang sebelumnya dianggap tahayul menurut ajaran agama. Aufklarung berkembang sejalan dengan penemuan-penemuan besar dalam bidang ilmu pengetahuan alam di negara-negara Eropa seperti Italia, Jerman, Polandia, dan Inggris. Beberapa ilmuwan yang memberikan sumbangan penting bagi ilmu pengetahuan pada masa ini antaralain Galileo Galilei, Johanners Kepler, Nicolaus Copernicus, dan Issac Newton.

Periode Aufklarung membawa banyak perubahan bagi pola pikir manusia. Manusia mulai menggunakan akalnya untuk menelaah secara kritis segala aspek dalam kehidupannya. Pada masa ini para tokoh masyarakat berani mengemukakan pendapat baik berupa celaan, kritikan terhadap kinerja pemerintah yang otoriter dan dictator terhadap rakyat. Selanjutnya, perjumpaan akal budi dan pengalaman manusia (empiris) menghasilkan ilmu pengetahuan yang lebih maju. Menurut pandangan aufklarung, dengan penyebarluasan ilmu pengetahuan, harkat, dan martabat manusia akan semakin meningkat.

1)      Latar Belakang Munculnya Aufklarung

Pada abad pertengahan di Eropa terjadi perdebatan sengit antara rasio/akal dan iman. Masyarakat dipaksa mengikuti dogma-dogma yang dikeluarkan gereja serta melupakan kebudayaan Yunani dan Romawi yang berkembang pesat pada masa lalu. Semakin lama, masyarakat mulai bertanya-tanya tentang dogma-dogma yang dikeluarkan gereja. Sebagian besar masyarakat pada masa lalu berpendapat bahwa hegemoni dogma hereja atas akal manusia dapat menghambat kemajuan pemikiran. Padahal pada saat itu manusia berusaha mengembangkan daya kreativitasnya.

Melihat daya kreativitas manusia yang semakin maju tersebut, gereja mengeluarkan lembaran hitam untuk memusnahkan orang-rang yang berpikir kreatif  diluar dogma gereja. Langkah tersebut diambil karena gereja menganggap bahwa kreativitas manusia berlawanan dengan dogma gereja.

Pemikiran dan Peristiwa Penting di Eropa - Reformasi Gereja

 

Reformasi gereja dapat dimaknai sebagai pembaruan dalam kehidupan masyarakat. Pada masa tersebut pihak gereja memiliki kewenangan yang luas dan mengekang kebebasan individu.

1)      Pengaruh Renaisans Dalam Reformasi Gereja

Perkembangan pemikiran pada masa renaisans sejak abad XV menyebabkan beberapa orang mulai mempertanyakan ajaran Gereja Katolik Roma. Para pemimpin yang mengelola gereja mendapat kritikan pedas dari bebrap golongan. Golongan tersebut menginginkan pembaruan dalam gereja. Gereja pembaruan ini disebut “Reformasi”. Gerakan reformasi sebenarnya sudah muncul sejak seratus tahun lalunya. Akan tetapi, gerakan reformasi baru mencapai puncaknya pada tahun 1517.

2)      Latar Belakang Reformasi Gereja

Gerakan reformasi gereja dipelopori oleh Martin Luther (1483-1546), seorang ahli agama dan guru besar di Jerman. Gerakan ini didukung oleh Ulrich Zwingli (1484-1531), seorang teolog dari Swiss dan John Calvin (1509-1547), seorang ahli hokum dari Prancis. Ajaran John Calvin disebut juga calvinisme berkembang pesat di Inggris, Belanda, dan Skotlandia.

Martin Luther dan Reformasi Gereja merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan. Menjelang terjadinya Reformasi Gereja, Martin Luther memasang daftar 95 dalil di pintu gereja di Wittenberg (Jerman) yang berisi kritikan  terhadap peranan gereja. Dengan tindakan itu, Martin Luther berharap akan mendapat tanggapan positif. Akan tetapi, ia justru dituduh sebagai menentang ajaran gereja. Sejak saat itu ia dikucilkan dari pergaulan gereja.

Wednesday, October 21, 2020

Pemikiran dan Peristiwa Penting di Eropa - Merkantilisme

 

Merkantilisme berasal dari kata merchant yang berarti pedagang. Dalam merkantilisme, jika suatu negara ingin mencapai kemakmuran harus melakukan perdagangan dengan negara lain. Jadi, dapat dikatakan merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kemakmuran suatu negara ditentukan oleh banyaknya asset yang dimiliki oleh negara tersebut. Dalam pengertian lain, merkantilisme merupakan kebijakan politik dan ekonomi dari negara-negara imperialis dengan tujuan menumpuk kekayaan berupa logam mulia sebanyak-banyaknya sebagai standar dan ukuran kekayaan yang dimiliki, kesejahteraan dan kekuasaan negara tersebut. Suatu negara dikatakan makmur apabila memiliki kekayaan emas (logam mulia) melimpah.

1)      Tujuan dan Ciri-Ciri Merkantilisme

Tujuan merkantilisme adalah mengumpulkan emas dan perak (logam mulia) sebanyak-banyaknya untuk dimasukkan kas negara. Logam mulia menjadi standar devisa negara sejak masa renaisans. Logam mulia dijadikan ukuran kekayaan, kesejahteraan, dan kekuasaan bagi suatu negara. Semakin banyak logam mulia yang dimiliki suatu Negara, Negara tersebut semakin berkuasa. Berdasarkan merkantilisme dengan kekayaan melimpah, kesejahteraan suatu negara akan meningkat.

Ciri-ciri merkantilisme adalah sebagai berikut:

a.       Negara merupakan satu-satunya penguasa ekonomi

b.      Tujuan utama kegiatan perekonomian adalah mendapatkan logam mulia sebanyak-banyaknya.

Gambar 1: Ilustrasi
Sumber : thehistoryvault.co.uk

Sunday, October 18, 2020

Pemikiran dan Peristiwa Penting di Eropa - Renaissance

 

A.    Renaissance

Renaissance sering disebut sebagai abad pencerahan. Renaissance juga sering disebut sebagai abad penalaran (The Age of Reason) dengan semboyan sapere aude yang berarti “berpikirlah sendiri”. Renaissance menjadi tonggak awal kemajuan bangsa Barat, sekaligus akhir periode feodalisme dan kekuasaan absolut kerajaan.

Kata “renaissance” pertama kali digunakan oleh Jules Michelet, seorang sejarawan Prancis yang lahir pada abad XVIII. Jules Michelet menyebutkan bahwa abad renaissance merupakan periode setelah abad pertengahan. Menurut Jules Michelet, perbedaan masyarakat abad pertengahan dengan abad renaissance terletak pada penafsiran pelaksanaan agama dan kehidupan masyarakat. Renaissance ditandai denga factor humanis, sedangkan abad pertengahan ditandai oleh factor dogmatis,

1)      Zaman Kegelapan (The Dark Ages)

Abad XIV (abad pertengahan) masyarakat Eropa hidup dalam zaman kegelapan (Dark Age). Pada zaman ini kehidupan masyarakat Eropa diwarnai kemiskinan, peperangan, dan kesengsaraan akibat oeberontakan petani dan wabah penyakit. Selain itu pada abad ini kesenian, pendidikan dan ilmi pengetahuan tidak dapat berkembang karena berada dibawah pengaruh gereja. Semua perintah gereja harus dipatuhi rakyat. Bahkan raja harus tunduk pada kewenangan geraja.

Pemikiran manusia pada abad pertengahan mendapat dokrinasi dari gereja. Kehidupan seseorang selalu dikaitkan dengan tujuan akhir (ekstologi). Pada masa ini berkembang keyakinan bahwa kehidupan manusia pada hakikatnya telah ditentukan oleh Tuhan. Pemikiran tentang ilmu pengetahuan sebagian besar diarahkan pada teologi. Meskipun pada masa ini pemikira filsafat mengalami perkembangan, pemikiran tersebut hanya digunakan sebagai alat untuk pembenaran agama (filsafat scholastic).

Dalam perkembangannya, pemerintah berusaha membatasi kewenangan dan keikutsertaan pihak gereja dalam pemerintahan. Usaha pemerintah tersebut mendapat dukungan dari kaum borjuis dan rakyat yang tidak sepaham dengan pihak gereja. Akibatnya, pengaruh gereja mulai mengalami kemerosotan. Manusia mulai mengalihkan pandangan hidupnya pada tujuan duniawi. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi mengalami peningkatan karena adanya tujuan kemakmuran yang dicita-citakan oleh setiap orang.

2)      Pendorong Munculnya Renaissance

Saturday, October 10, 2020

Pengaruh Kerajaan-Kerajaan Maritim pada Masa Islam


1.    Pemerintahan

Sebelum agama Islam masuk ke Indonesia, agama Hindu-Buddha telah memengaruhi sistem pemerintahan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Seiring berkembangnya Islam, kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha mengalami kemunduran sehingga perananannya digantikan oleh kerajaan-kerajaan bercorak Islam. Raja memiliki peran penting dalam peroses penyebaran agama Islam di Indonesia. Ketika seorang raja menyatakan diri sebagai penganut agama Islam, masyarakat akan mengikuti rajanya sehingga agama Islam dapat berkembang lebih mudah.

Pada masa kerajaan Islam, istilah-istilah Arab mulai digunakan dalam pemerintahan. Misalnya, penyebutan kerajaan berubah menjadi kesultanaan atau kesunanan, begitu pula gelar raja berganti menjadi sultan atau sunan. Sultan dan sunan tidak hanya berperan sebagai kepala pemerintahan, tetapi juga merangkap sebagai pemimpin agama. Sultan dianggap sebagai wakil Tuhan (Khalifatullah) di dunia. Dalam menjalankan pemerintahannya, sultan dibantu oleh pejabat kerajaan. Setiap kerajaan memiliki perbedaan dalam menyebut pejabatnya. Sebutan jabatan kerajaan Islam seperti menteri, perdana menteri, panglima, laksamana, dan syahbandar masih digunakan hingga saat ini.

Dalam menjalankan pemerintahannya, sultan juga dibantu lembaga penasehat yang dikenal dengan majelis ulama. Sebagai contoh Wali Sanga merupakan majelis ulama yang membantu pemerintahan kerajaan Demak. Pada saat ini Indonesia memiliki majelis ulama yang disebut Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Beberapa kerajaan Islam mampu bertahan hingga kedatangan bangsa Barat di Indonesia. Setelah Indonesia merdeka dan menjadi negara republik, kepala pemerintahan di jabat oleh seorang presiden. Kerajaan-kerajaan yang masih bertahan, seperti Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta bergabung dengan pemerintah Republik Indonesia. Pada masa kini fungsi kerajaan tersebut tidak bersifat politis. Akan tetapi, lebih sebagai etnititas budaya yang keberadaannya dilindungi secara hukum.

Monday, October 5, 2020

Masa Pemerintahan Kolonial Belanda (1816-1942)

 

1.    Kekuasaan Komisaris Jenderal

Setelah Konvensi London, kekuasaan Belanda di Indonesia dipegang oleh komisaris Jenderal. Pembentukan komisaris Jenderal dilakukan atas saran Pangeran Willem VI. Komisaris jenderal terdiri atas tiga orang, yaitu Cornelis Theodorus Elout, Alexander Gerad Philip Baron van der Capellen, dan Arnold Ardiaan Buyskes. Tugas pokok komisaris jenderal adalah membangun daerah koloni untuk memberikan keuntungan bagi Negari Belanda. Dalam menjalankan pemerintahan di Indonesia, komisaris jenderal berpedoman pada undang-undang yang disusun oleh Pangeran Willem Vi, yaitua Regerings Reglement (RR).

Ketiga komisaris jenderal tiba di Batavia pada 27 April 1816. Sesampainya di Batavia, ketiga komisaris jenderal mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang diterapkan pada masa pemerintahan Raffles. Hasilnya ketiga gubernur jenderal tersebut sepakat untuk mengarahkan program tanam bebas dan pengenalan pajak tanah bagi masyarakat di Pulau Jawa. Adapun  pelaksanaan kebijakan tersbeut sepenuhnya diserahkan kepada van der Capellen yang diangkat sebagai gubernur jenderal  di Indonesia sejak 16 Januari 1819. Adapun Theodorus Elout dan Ardiaan Buyskes ditarik ke Belanda.

Di bawah van der Capellen terjadi gejolak social politik di Jawa. Kondisi tersebut terjadi karena perubahan aturan sewa tanah yang dilakukan oleh van der Capellen pada 1823. Perubahan tersebut menyulut terjadinya perang Diponegoro yang mengakibatkan pemerintah Be;anda harus mengeluarkan biaya besar.

Masa  pemerintahan van der Capellen digantkan oleh Du Bus de Gisignes. Ia bertugas membangun modal, menaikkan ekspor dan memperkuat pengaruh Barat. Akan tetapi usahanya mengalami kegagalan karena penduduk miskin terlalu berat membayar pajak. Selain itu, kehidupan agraris yang homogen menjadi hambatan bagi pemerintah Belanda semakin mengalami defisit.

2.    System Tanam Paksa (Cuulturestelsel)

Saturday, October 3, 2020

Kerajaan-Kerajaan Maritim di Indonesia bagian Timur

 

A.   Kerajaan Gowa Tallo

Pada tahun 1605 Kerajaan Gowa-Tallo resmi menjadi kerajaan bercorak Islam. Kerajaan Gowa-Tallo terletak di Sulawesi Selatan. 

1.    Kehidupan Pemerintahan

Proses islamisasi Kerajaan Gowa-Tallo dimulai tahun 1605. Bangsawan Gowa-Tallo pertama memeluk Islam adalah pengusaha dari Tallo bernama Karaeng Katangka. Setelah memeluk Islam ia bergelar Sultan Abdullah. Selanjutnya raja ke-14 Gowa, Manga’rangi Daeng Manra’bia (1593-1639) mengikuti jejak Karaeng Katangka memeluk Islam. Setelah masuk Islam, Manga’rangi Daeng Manra’bia bergelar Sultan Alauddin.

Sultan Alauddin berusaha mengislamkan berbagai kerajaan di Sulawesi Selatan.

Kerajaan Gowa Tallo mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin. Ia berhasil membangun Gowa-Tallo menjadi kerajaan maritime yang menguasai jalur perdagagang di wilayah Indonesia bagian Timur. Sultan Hasanuddin sangat menentang tindakan VOC yang memonopolli perdagangan rempah-rempah di Indonesia Timur. Upaya Sultan Hasanuddin menimbulkan kemaran VOC. VOC mengirimkan armada perang pada tahun 1666. Pemimpin armada tersebut adalah Cornelis Speelman yang kelak menjadi gubernur jenderal VOC. Pasukan VOC mendapat bantuan dari Aru Palaka, putera mahkota kerajaan Bone.

Sultan Hasanuddin mendapat julukan “Ayam Jantan dari Timur” 

Dalam pertempuran armada laut Gowa-Tallo berhasil dihancurkan oleh VOC yang bekerja sama dengan Aru Palaka. Pada tanggal 18 November 1667 Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya berisi beberapa kesepakatan:

a)    VOC memperoleh monopoli perdagangan rempah-rempah di Makasar

b)    VOC mendirikan benteng pertahanan di Makasasr

c)    Gowa-Tallo harus melepaskan daerah-daerah kekuasaannya

d)    Aru Palaka diakui sebagai raja Bone

2.    Kehidupan Sosial

Tuesday, September 29, 2020

Kerajaan-Kerajaan Maritim Pada Masa Islam di Pulau Jawa

 A.   Kerajaan Demak

1.    Lokasi Kerajaan

Demak terletak di pesisir utara Pulau Jawa. Pada awalnya Demak merupakan kadipaten dari Majapahit. Kemungkinan, munculnya Kerajaan Demak bersamaan dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit.

2.    Kehidupan Pemerintahan

Raja-raja yang pernah memerintah pada kerajaan Demak adalah:

a.    Raden Patah. Merupakan pendiri kerajaan Demak pada awal abad XVI M.

b.    Pati Unus. Pati Unus menggantikan Raden Patah. Pati Unus sangat terinspirasi oleh Gajah Mada untuk menjadikan Demak sebagai kerajaan maritime seperti Majapahi. Pati Unus membangun Angkatan Laut yang kuar dan menyerang Malaka yang dikuasai Portugis. Penyerangan itu dilakukan karena keberadaan Portugis di Malaka dianggap merugikan perdagangan Demak.

c.    Sultan Trenggono. Demak mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Trenggono. Wilayah Demak meliputi sebagian besar pesisir utara Pulau Jawa. Bahkan meluas hingga ke Sukadana (Kalimantan Barat), Palembang, Jambi, dan Banjar (Kalimantan Selatan). Setelah Sultan Trenggono wafat, kerajaan Demak mengalami kemunduran.

Demak dilanda perang saudara antara Pangeran Prawoto (putra Sultan Trenggono) dan Arya Panangsang (Keturunan Pangeran Sekar Sedo Lepen, adik Sultan Trenggono). Dalam perselisihan itu, Arya Panangsang berhasil membunuh Sultan Prawoto. Selanjutnya, Arya Panangsang dibunuh oleh Hadiwijaya (Joko Tingkir) dari Pajang. Hadiwijaya merupakan menantu Sultan Trenggono. Hadiwijaya merebut tahta Demak dan memindahkan ibukota kerajaan Demak ke Pajang.

Sunday, September 27, 2020

Perkembangan Kolonialisme Inggris di Indonesia (1811 – 1816)

 

Setelah berhasil mengalahkan Belanda, Gubernur Jenderal EIC wilayah Asia yang berkedudukan di Kalkuta, India, Lord Minto, menunjuk Thomas Stamford Raffles sebagai letnan gubernur untuk menjalankan pemerintahan di Hindia Belanda. 


Sebagai tokoh dari golongan liberal, Raffles menginginkan adanya perubahan. Perubahan tersebut diwujudkan Raffles melalui kebijakan berikut:

1.    Bidang Pemerintahan

Saat menduduki Hindia Belanda, Raffles berusaha menghapus pemerintahan feudal yang mengakar kuat di Indonesia. Kebijakan Raffles dalam bidang pemerintahan adalah:

a.    Menjalin hubungan baik dengan penguasa-penguasa local yang anti terhadap Belanda

b.    Membagi pulau Jawa menjadi 18 Keresidenan

c.    Mengangkay para upati sebagai pegawai pemerintah sehingga mereka mendapat gaji dalam bentuk uang

Dalam menjalankan pemerintahannya, Raffles sering mencampuri urusan kerajaan-kerajaan local. Dalam setiap konflik yang dicampuri pihak Inggris, Raffles berusaha mencari posisi aman agar dapat menghasilkan keuntungan bagi Inggris.

2.    Bidang Ekonomi

Tugas utama Raffles di Indonesia adalah meningkatkan perdagangan dan keuangan. Oleh karena itu, Raffles berusaha memajukan ekonomi untuk meningkatkan keuntungan Inggris. Kebijakan Raffles dalam bidang ekonomi adalah sebagai berikut:

Masa Pemerintahan Republik Bataaf (1800-1811)

 Revolusi Prancis yang berlangsung pada abad XVIII memengaruhi situasi politik dan pemerintahan di Eropa termasuk Belanda. Pengaruh revolusi Prancis di Nelanda mulai terlihat pada tahun 1795. Pada masa itu muncul kelompok yang disebutt kaum patriot yang menghendaki adanya perubahan dalam pemerintahan Kerajaan Belanda. Mereka menginginkan Belanda menjadi Negara kesatuan. Pada tahun yang sama Prancis berhasil menguasai Belanda. Akibatnya, Raja Willem V melarikan diri ke Inggris. Prancis membentuk pemerintahan baru di Belanda dengan membentuk Republik Bataaf.

Republic Bataaf dipimpin oleh Loius Napoleon, adik Napoleon Bonaparte. Perkembangan politik di negeri Belanda ini memengaruhi kondisi politik di Hindia Belanda. Pemerintahan di Hindia Belanda berada di bawah republic Bataaf.

1.    Pemerintahan Daendels (1808 – 1811)

Gambar 1: Herman Willem Daendels

Sumber: en.wikipedia.org


Herman Willem Daendels merupakan gubernur jenderal pertama Belanda di Hindia Belanda. Daendels ditunjuk oleh Loius Napoleon. Ia bertugas menjalankan kekuasaan dan pemerintahan Kerajaan Belanda di Hindia Belanda. Daendels merupakan salah satu patriot Belanda yang terpengaruh semangat Revolusi Prancis. Daendels berusaha menghapuskan praktik feodalisme untuk menciptakan masyarakat yang dinamis. Kebijakan-kebijakan Daendels selama di Hindia Belanda mencakup bidang-bidang berikut:

a.    Bidang pertahanan dan keamanan. (Mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris)

·         Membangun benteng-benteng pertahanan baru

·         Membangun pelabuhan militer (pangkalan angkatan laut) di Ujung Kulon, Merak, dan Surabaya

·         Memperbanyak jumlah pasukan perang

·         Membangun jalan raya dari Anyer – Panarukan sepanjang 1.000 km yang dikenal dengan Groote Post-weg atau Jalan Raya Pos Daendels.

·         Membangun kembali armada pertahanan di Surabaya dan Batavia

Kerajaan-Kerajaan Maritim pada Masa Islam di Pulau Sumatera

 

Pada abad ke-7 Masehi Islam sudah masuk di pesisir utara pulau Sumatera. Akan tetapi, Islam baru berkembang pesat pada abad ke XIII Masehi. Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh golongan sufi melalui jalur perdagangan. Posisi strategis Indonesia memudahkan Islam menyebar cukup cepat melalui bandar-bandar perdagangan melalui pesisir Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Maluku. Oleh karena itu, sebagian besar kerajaan Islam merupakan kerajaan maritime.

Penyebaran agama Islam di Indonesia memiliki pola yang hamper sama yang berperan agama Hindu-Buddha di Indonesia, yaitu melalui jalur perdagangan. Penyebaran Islam di Indonesia masih menjadi perdebatan para ahli sampai saat ini. Beberapa teori mengenai proses kedatangan Islam di Indonesia adalah:

1)    Teori Gujarat menjelaskan bahwa Islam di Indonesia berasal dari kota-kota di anak Benua India seperti Gujarat, Bengali, dan Malabar. Teori ini didasarkan pada sebuah bukti yang menunjukkan Islam lebih  dulu berkembang ddi kota-kota tersebut. Pendukung teori ini adalah Snock Hurgronje, J.Pijnapel, W.F Stutterheim, dan Sucipto Wirjosuprapto.

2)    Teori Persia menjelaskan bahwa Islam di Indonesia berasal dari Persia (Iran). Pencetus teori ini adalah Hoesein Djajadiningrat dan Oemar Amir Husein.

3)    Teori Mekkah menjelas bahwa Islam di Indonesia berasal langsung dari Mekah dan Madinah (Arab). Pendukung teori ini adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), Ahmad Mansyur Suryanegara, A.H Johns dan T.W Arnold.

4)    Teori Cina menjelaskan bahwa Islam di Indonesia berasal dari Cina. Teori ini dicetuskan oleh Sumanto Al Qurtubi.

Berikut adalah pembahasan mengenai kerajaan-kerajaan maritime pada masa Islam di Indonesia.

A.   Kerajaan Perlak

1.    Lokasi kerajaan

Kerajaan Perlak diperkirakan terletak di Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Secara georgrafis, wilayah Perlak langsung berhadapan dengan selat Malaka. Kondisi tersebut mendukung Kerajaan Perlak berkembang menjadi kerajaan maritime. Pelabuhan Perlak banyak disinggahi banyak kapal dagang dari Arabm Gujarat, dan Persia. Menurut berita Marco Polo, pada abad XIII Masehi, di wilayah Sumatera bagian Utara telah berdiri kerajaan Perlak. 

Sunday, September 20, 2020

Pengaruh Hindu Buddha di Indonesia

 


A.   Politik dan Pemerintahan

Periode kerajaan Hindu Buddha di Indonesia berlangsung cukup lama. Periode tersebut ditandai dengan munculnya Kerajaan Kutai hingga runtuhnya kerajaan Majapahit. Selama masa tersebut, pengaruh budaya Hindu-Buddha tertenam kuat dalam masyarakat Indonesia.

Pada masa praksara masyarakat Indonesia hidup berkelompok. Pemimpin kelompok diangkat berdasarkan system primus interpares. Pada saat pengaruh Hindu-Buddha masuk ke Indonesia, masyarakat mulai mengenal system kerajaan dalam kelompok masyarakat. System kerajaan menempatkan raja sebagai sosok pemimpin dalam kelompok masyarakat. Bahkan raja dianggap sebagai titisan dewa. Jika seorang raja berasal dari kalangan rakyat biasa, untuk memperoleh legitimasi kekuasaan keberadaannya di dunia dianggap titisan dewa atau menciptakan mitos-mitos tertentu tentang dirinya. Menurut tradisi Hindu, sosok raja yang ideal digambarkan dengan sosok dewa Wisnu yang menjaga dunia dari kerusakan. Seorang pemimpin juga berasal dari keturunan pemimpin juga. Pergantian kekuasaan di kerajaan Hindu-Buddha berlangsung secara turun temurun.

Pada masa Hindu-Buddha dikenal beberapa tingkatan dalam struktur pemerintahan. Beberapa tingkatan tersebut dikenal dengan istilah wanua, watak, kadatuan atau bhumi. Istilah wanua merupakan representatisi pemerintahan di tingkatan paling rendah. System pemerintahan wanua diselenggarakan oleh semacam dewan yang terdiri atas para rama. Rama merupakan istilah bagi kepala desa. Wanua mengalami perubahan menjadi thani ketika pusat kerajaan Mataram Kuno berpindah ke Jawa Timur.

Watak merupakan tingkatan lebih tinggi dan biasanya yerdiri atas sejumlah wanua atau thani. Salah satu wanua atau thani tersebut akan dijadi semacam ibukota yang disebut “dalem thani”. Adapun tingkatan di atas watak dikenal dengan system pemerintahan yang lebih terstruktur sebagai puncak kekuasaan, yaitu kedatuan di Jawa Tengah atau bhumi di Jawa Timur.

 

Masa Kekuasaan VOC di Indonesia



 

Gambar 1: Logo VOC
(Sumber: nasional.republika.co.id)

Setelah berhasil menemukan kepulauan Indonesia, bangsa-bangsa Eropa saling menunjukkan keinginan untuk menancapkan kolonialisme dan imperialism di Indonesia. Bangsa Eropa menerapkan kolonialisme cukup lama adalah Belanda. Kolonialisme bangsa Belanda di Indonesia berawal dari kongsi dagang Belanda yaitu Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Dalam sejarah Indonesia, masa kekuasaan VOC dianggap sebagai akar kolonialisme di Indonesia.

1.    Pembentukan VOC

Sejak kedatangannya pada 1596, bangsa Belanda berusaha melakukan monopoli perdagangan di Indonesia. Beberapa pedagang Belanda yang berhasil berlayar hingga Kepulauan Indonesia saling bersaing untuk menerapkan monopoli perdagangan dan meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Selain itu, kongsi dagang Belanda juga bersaing dengan kongsi dagang Inggris yaitu East India Company (EIC).

Pada dasarnya, pembentukan VOC tidak lepas dari campur tangan pemerintah Belanda. Pada masa itu Belanda sedang berperang melawan Portugis dan Spanyol. Menurut pemerintah Belanda, kongsi-kongsi dagang yang bersatu akan menjadi senjata dalam bidang militer dan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah BElanda berusaja meyakinkan agar kongsi-kongsi dagang Belanda melebur menjadi satu organisasi.

Prints Maurits sebagai wali Negara Belanda dalam Staaten Generaal (parlemen) pun menyarankan agar antarkongsi dagang Belanda bekerja sama membentuk perusahaan dagang yang lebih besar. Atas saran Prints Maurits, pada 20 Maret 1602 Kerajaan Belanda membentuk organisasi perdagangan bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) atau persekutuan Dagang Hindia Timur.

Monday, September 7, 2020

Kerajaan-Kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia : Kediri, Singosari, dan Majapahit

 

A.     Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang Kemulan yang didirikan oleh Mpu Sindok dari Dinasti Isyana. Airlangga sebagai raja Medang Kemulan berperan penting dalam pendirian kerajaan ini.

1.    Lokasi Kerajaan

Kerajaan Kediri terletak di pedalaman Jawa Timur. Pada masa kini Kediri merupakan daerah yang termasuk wilayah administrative Provinsi Jawa Timur. Letak kerajaan ini berada di dekat Sungai Brantas. Pada masa pemerintahan Kerajaan Kediri Sungai Brantas menjadi jalur pelayaran yang ramai. Kerajaan Kediri beribukota di Daha yang terletak di tepi sungai Brantas. Daha juga dikelilingi tiga gunung api, yaitu Gunung Kelud, Gunung Arjuno, dan Gunung Semeru.

Gambar 1 : Peta Kediri
(Sumber: id.wikipedia.org)


2.    Sumber Sejarah

Kisah berdirinya kerajaan ini dimuat dalam prasasti Banjaran (1052 M) yang menjelaskan kemenangan Panjalu atas Jenggala. Sumber lainnya menjelaskan keberadaan kerajaan Kediri antara lain kitab Bharatayuda ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, berita Cina berjudul Lin-Mai-Tai-Ta karya Cho Ku Fei tahu  1178 Masehi, dan kitab Chu-Fan-Chi karya Chau-Ju-Kua.