Monday, September 7, 2020

Kerajaan-Kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia : Kediri, Singosari, dan Majapahit

 

A.     Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang Kemulan yang didirikan oleh Mpu Sindok dari Dinasti Isyana. Airlangga sebagai raja Medang Kemulan berperan penting dalam pendirian kerajaan ini.

1.    Lokasi Kerajaan

Kerajaan Kediri terletak di pedalaman Jawa Timur. Pada masa kini Kediri merupakan daerah yang termasuk wilayah administrative Provinsi Jawa Timur. Letak kerajaan ini berada di dekat Sungai Brantas. Pada masa pemerintahan Kerajaan Kediri Sungai Brantas menjadi jalur pelayaran yang ramai. Kerajaan Kediri beribukota di Daha yang terletak di tepi sungai Brantas. Daha juga dikelilingi tiga gunung api, yaitu Gunung Kelud, Gunung Arjuno, dan Gunung Semeru.

Gambar 1 : Peta Kediri
(Sumber: id.wikipedia.org)


2.    Sumber Sejarah

Kisah berdirinya kerajaan ini dimuat dalam prasasti Banjaran (1052 M) yang menjelaskan kemenangan Panjalu atas Jenggala. Sumber lainnya menjelaskan keberadaan kerajaan Kediri antara lain kitab Bharatayuda ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, berita Cina berjudul Lin-Mai-Tai-Ta karya Cho Ku Fei tahu  1178 Masehi, dan kitab Chu-Fan-Chi karya Chau-Ju-Kua.

3.    Kehidupan Politik

Raja pertama Kediri adalah Samarawijaya. Selama menjadi Raja Kediri, Samarawijaya selalu berselisih dengan saudaranya. Mapanji Garasakan yang berkuasa di Jenggala. Dalam perselisihan tersebut Samarawijaya berhasil menaklukkan Mapanji Garasakan. Selanjutnya, kerajaan Kediri dipimpin oleh Jayabaya (1137-1157). Pada masa ini. Kediri mencapai puncak kejayaan. Jayabaya berhasil menguasai kembali Jenggala yang sempat memberontak dan ingin memisahkan diri. Keberhasilan Jayabaya diberitakan dalam prasasti Hantang yang berangka tahun 1135.

Jayabaya juga memerintahkan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh untuk mengubah kitab Bharatayuda. Dalam kitab ini diceritakan pertikaian antara Jenggala dan Panjalu (Kediri). Oleh karena itu, kitab Bharatayuda dianggap sebagai legitimasi Jayabaya untuk memperkuat kekuasaannya atas seluruh wilayah bekas kerajaan Medang Kemulan. Untuk menunjukkan kebesaran dan kewibawaannya, Jayabaya menyatakan diri sebagai keturunan Airlangga dan titisan Dewa Wisnu. Selanjtnya Jayabaya mengenakan lencana narasinga sebagai lambang kerajaan Kediri.

Pada masa pemerintahan Kertajaya (Prabu Dandang Gendis), Kediri mulai dilanda ketidakstabilan yang disebabkan oleh kebijakan Kertajaya yang mengurangi hak-hak kaum brahmana. Selain itu, kaum brahmana mengungsi ke wilayah Tumapel yang dikuasai Ken Arok. Melihat kejadian ini, Kertajaya memutuskan menyerang Tumapel untuk memerangi kaum brahmana dan Ken Arok. Akan tetapi, dalam pertempuran di Desa Ganter, pasukan Kediri mengalami kekalahan dan Kertajaya terbunuh.

4.    Kehidupan Ekonomi

Perekonomian Kediri bersumber pada kegiatan pertanian dan perdagangan. Sektor pertanian menghasilkan banyak beras dan menjadikannya sebagai komoditas perdagangan utama. Kerajaan Kediri juga mengembangkan perekonomian maritime dengan cara melakukan perdagangan melalui jalur pelayaran Sungai Brantas.

Pedagangan Kediri memiliki peran penting dalam perdagangan di wilayah Asia. Para pedagang memperkenalkan rempah-rempah dalam perdagangan dunia. Para pedagang Kediri membawa rempah-rempah ke sejumlah bandar di Indonesia bagian barat yaitu Sriwijaya dan Ligor. Selanjutnya, rempah di bawa ke India untuk diangkut oleh kapal-kapal Venesia menuju Eropa.  Kerajaan Kediri berperan memperkenalkan wilayah Maluku dalam aktivitas perdagangan dunia.

5.    Kehidupan Sosial

Menurut prasasti Banjaran, struktur masyarakat Kediri mirip dengan masyarakat Medang Kemulan. Pada masa pemerintahan Jayabaya struktur pemerintahan Kerajaan Kediri sudah teratur, masyarakat Kerajaan Kediri dibedakan menjadi tiga golongan sebagai berikut:

a)    Golongan masyarakat pusat (kerajaan) yaitu masyarakat yang terdapat dalam lingkungan raja dan kaum kerabatnya serta kelompok pelayannya

b)    Golongan masyarakat thani (daerah) yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas para pejabat atau petugas oemerintahan di wilayah thani

c)    Golongan masyarakat nonpemerintah yaitu golongan masyarakat yang tidak mempunyai kedudukan dan hubungan dengan pemerintah secara resmi.

Masyarakat Kerajaan Kediri hidup teratur dan berdampingan dengan baik meskipun dibedakan menjadi beberapa golongan. Keteraturan tersebut dibuktikan dalam kitab Lubdaka yang memuat ajaran moral bahwa tinggi rendahnya martabat manusia diukur dari tingkah lakunya, bukan berdasarkan pangkat dan kedudukan. Menurut berita Cina, masyarakat Kediri juga hidup berkecukupan. Rakyat Kediri pada umumnya memiliki tempat tinggal dan pakaian yang baik.

6.    Kehidupan Budaya

 Raja-raja Kediri sangat memperhatikan kemajuan budaya. Pada masa pemerintahan Jayabaya (1135-1157) kitab Bharatayudha berhasil di gubah Mpu Sedah dan Mpu Panuluuh. Selain itu, Mpu Panuluh menulis kitab Hariwangsa dan Gatotkacasraya. Raja Jayabaya juga menyusun konsep ramalan yang berjudul Jangka Jayabaya.


Gambar2: Candi Panataran

(Sumber: kumparan.com)

Pada masa pemerintahan Kameswara (1182-1185) karya sastra berkembang pesat. Karya sastra yang dihasilkan pada masa pemerintahan Kameswara antaralain kitab Smaradhahana yang ditulis oleh mpu Dharmaja dan kitab Lubdaka dan Wertasabcaya yang ditulis Mpu Tanakung. Bahkan pada masa ini dikenal cerita-cerita panji seperti panji semirang. Pada masa pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis kitab Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis kitab Kresnayana. Selain karya sastra, Kerajaan Kediri mewariskan benda-benda peninggalan. Peninggalan kerajaan Kediri antara lain arca Buddha Vajrasatvva, arca Chandra di candi Kepung, candi Gurah, dan komplek candi Tondowongso yang ditemukan tahun 2007.

B.    Kerajaan Singosari

Keberadaan kerajaan Singosari tidak terlepas dari kerajaan Kediri. Setelah berhasil mengalahkan Kediri di Desa Ganter, Ken Arok mendirikan kerajaan Singosari pada tahun 1222M.

1.    Lokasi Kerajaan

Lokasi kerajaan Singosari diperkirakan berada di Malang, Jawa Timur. Kerajaan Singosari beribukota di Tumapel. Pada awalnya Tumapel hanya sebuah wilayah kabupaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Selanjutnya, wilayah tersebut mejadi bagian kerajaan Kediri. Keberadaan sungai Brantas yang berhulu di Gunung Arjuno memberi manfaat bagi kerajaan Singosari.

Gambar 3: Peta Kekuasaan Singosari
(Sumber: id.wikipedia.org

2.    Sumber Sejarah

Keberadaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang ditemukan di daerah Singosari hingga Malang, Jawa Timur. Selain itu, keberadaan Singosari dijelaskan dalam kitab Negarakertagama dan Pararaton.

3.    Kehidupan Politik dan Pemerintahan

Raja pertama Singosari adalah Ken Arok. Sebelum menjadi raja, adalah bupati di Tumapel. Kehidupan awal politik Singosari diwarnai perselisihan. Setelah berkuasa selama lima tahun, Ken Arok dibunuh oleh Anusapati. Anusapati kemudian menguasai pemerintahan di Singosari. Pada masa pemerintahan Anusapati, Singosari kurang berkembang karena hobi menyabung ayam. Kedudukan Anusapati digantikan oleh Tohjaya. Akan tetapi, kepemimpinan Tohjaya tidak berlangsung lama karena diambil alih oleh Ranggawuni. Pada masa pemerintahannya, Ranggawuni berhasil memperbaiki kesejahteraan rakyat Singosari. Setelah wafat, Ranggawuni digantikan oleh putranya, Kertanegara. Untuk menghormati jasa-jasa ayahnya, Kertanegara mendirikan candi Jago.

Raja Pertama hingga raja Ketiga Singosari tewas dengan cara dibunuh dengan menggunakan keris Mpu Gandring. Kertanegara berhasil membawa Singosari mencapai puncak kejayaan dengan gelar Maharajadiraja Sri Kertanegara. Selama memerintah, Kertanegara dibantu oleh pejabat yang disebut mahamantri. Jabatan mahamantri terbagi menjadi tiga yaitu Rakryan I Hino, Rakryan I Sirikan, dan Rakryan I Halu. Dibawah ketiga mahamantri terdapat tiga orang pejabat yaitu Rakryan Apatih, RAkryan Demung, dan Rakryan Kanuhuran. Dalam bidang keagamaan terdapat pejabat yang disebut Dharmadhyaksa ring Kasogatan. Pejabat ini bertugas mengurusi agama Buddha dan Dharmadyaksa ring Kasaiwan untuk agama Hindu Syiwa.

Untuk mengatasi masalah dalam negeri, Kertanegara mengganti atau memindahkan pejabat-pejabat yang menentang kebijakan raja dan dianggap tidak loyal. Kertanegara menetapkan kebijakan luar negeri yaitu gagasan Cakrawala Mandala. Pada tahun 1275 Kertanegara mengirim pasukan ke Sumatera yang di kenal dengan Ekspedisi Pamalayu dengan tujuan menaklukan Melayu untuk menghadang rencana perluasan wilayah kekuasaan kaisar Kubilai Khan dari Mongol, Cina. Kerajaan Singosari juga berusaha menaklukan Pahang, Sunda, Nalo. Bakupala (KalBar), dan Gurun (Maluku). Kertanegara membangun hubungan persahabatan dengan Raja Campa dengan tujuan menghalangi pasukan Mongol ke Jawa.

Masa pemerintahan Kertanegara juga menandai kehancuran Singosari. Pelecehan Kertanegara terhadap utusan Mongol menyebabkan Kubilai Khan marah dan mengirim pasukan untuk menaklukkan Singosari. Akan tetapi, sebelum pasukan Mongol sampai ke Jawa, Singosari sudah mengalami kehancuran karena serangan kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang. Pasukan Kediri berhasil memasuki istana dan membunuh Kertanegara beserta pembesar istana.

4.    Kehidupan ekonomi

Penduduk kerajaan Singosarai pada umumnya hidup bertani, berdagang dan membuat kerajianan tangan, serta buruh dan pelayan. Kegitan berdagang dilakukan dalam lima hari pasaran. Selain itu, ada pula perdagangan yang memanfaatkan jalur sungai dan kemudian berkembanglah perekonomian maritime.

Untuk memajukan perekonomian maritime kereajaan, Kertanegara membangun pusat-pusat perdagangan di tepi sungai Brantas dan pelabuhan perdagangan di Pasuruan. Pedagang Singosari leluasa mengadakan kontak perdagangan dengan pedagang asing. Pada saat itu Singosari berhasil menguasai jalur perdagangan dari Selat Malaka di bagian barat hingga Kepulauan Maluku di bagian timur. Komoditas yang diperdagangkan antara lain beras, emas, kayu cendana, dan rempah-rempah.

5.    Kehidupan Sosial

Kehidupan masyarakat Singosari sangat ditentukan oleh perhatian raja-rajanya. Pada masa Ken Arok, kehidupan cukup terjamin. Sepeninggal Ken arok, kesejahteraan rakyat menurun. Kondisi ini terjadi karena konflik antar bangsawan kerajaan yang berlarut-larut. Keadaan tersebut mulai membaik pada masa pemerintahan Ranggawuni. Bahkan, pada masa pemerintahan Kertanegara kehidupan kerajaan semakin teratur. Raja Kertanegara berusaha untuk menjaga stabilitas politik dan keamana  dalam negeri Singosari dengan meningkatkan taraf hidup rakyatnya.

6.    Kehidupan Budaya

Masyarakat Singosari memiliki keahlian dalam memanfaatkan batu bata untuk membangun candi. Beberapa candi peninggalan kerajaan Singosari antaralain candi Kidal, candi Jago, candi dan candi Singosari. Seni patung di Singosari juga mengalami perkembangan. Hasil karya patung misalnya patung Ken Dedes sebagai perwujudan dari Dewi Prajnaparamita (lambang kesempurnaan ilmu) dan patung Joko Dolok sebagai perwujudan Kertanegara.

Pada masa pemerintahan Kertanegara terdapat upaya menyatukan agama Hindu Syiwa dan Buddha Mahayana menjadi agama Tantrayana. Pendeta yang memimpin upacara agama Tantrayana disebut Dharmadyaksa. Dalam perkembangannya, Tantrayana menjadi agama resmi kerajaan. Kondisi ini terlihat dari kegiatan raja Kertanegara dan para pembesar instana yang sering mengadakan upacara Tantrayana.

C.    Kerajaan Majapahit

1.    Letak Geografis

Kerajaan Majapahit berpusat di Trowulan, Jawa Timur. Pusat kerajaan Majapahit berada di tepi sungai Brantas, keberadaan sungai Brantas memberikan manfaat bagi kerajaan Majapahit.

Gambar 4: Peta Majapahit
(Sumber: liputan6.com)


2.    Sumber Sejarah

Berita mengenai keberadaan kerajaan Majapahit disebutkan dalam kitab-kitab kuno seperti Pararaton, NegaraKertagama, dan Sundayana. Selain itu, kitab Ying Yai yang ditulis Ma Huan dan Kitab Suma Oriental yang ditulis oleh musafir Portugis bernama Tome Pires yang menceritakan keadaan masyarakat dan Kota Majapahit pada tahun 1418 dan 1518.

3.    Kehidupan Politik dan Pemerintahan

Kerajaan Majapahit memiliki hubungan kekeluargaan dengan kerajaan Singosari. Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya yang merupakan menantu Kertanegara, raja terakhir Singosari. Ketika kerajaan Singosari mengalami keruntuhan akibat pemberontakan Jayakatwang pada tahun 1292, raden wijaya meloloskan diri ke Madura. Selanjutnya, Raden Wijaya meminta bantuan Arya Wiraraja, seorang pejabat Singosari yang disingkirkan oleh Kertanegara. Atas jamina Arya Wiraraja, Raden Wijaya mengabdi kepada Jayakatwang. Atas pengabdiannya Raden Wijaya mendapat sebidang tanah di hutan Tarik, Trowulan. Raden Wijaya kemudian membuka hutan dan menjadi desa yang kemudian diberi nama Majapahit.

Pada tahun 1293 Raden Wijaya menobatkan diri sebagai Raja Majapahit dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. Pada 1309 Raden Wijaya wafat dan dimakamkan di Anthapura. Raden wijaya digantikan oleh putra nya bernama Jayanegara. Pemerintahan Jayanegara diwarnai sejumlah pemberontakan pejabat istana. Pada tahun 1318 dan 1319 terjadi pemberontakan yang membahayakan kedudukan raja. Pemberontakan tersebut dipimpin oleh Ra Kuti dan Ra Semi. Pasukan Ra Kuti dan Ra Semi berhasil menduduki istana Majapahit dan memaksa Jayanegara beserta keluarganya mengungsi ke Desa Bedander.

Di tengah pemberontakan tersebut, muncul tokoh Gajah Mada. Ia adalah komandan pasukan Bhayangkari, yaitu pasukan pengawal raja yang bertugas melindungi Jayanegara saat dalam pengungsian. Gajah Mada bersama pasukan Bhayangkari berhasil menumpas pemberontakan Ra Kuti dan Ra Semi. Atas jasanya tersebut, Gajah Mada diangkat menjadi patih di Kahuripan (1319-1321), kemudian di Daha (1322-1330).

Pada masa pemberintakan Tribuwana Tunggadewi (1328-1350), Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih Majapahit. Dalam upacara pelantikan sebagai mahapatih, Gajah Mada mengucapkan sumpah yang sangat terkenal, yaitu Sumpah Amukti Palapa. Dalam sumpahnya, Gajah Mada berjanji tidak akan menikmati kesenangan sebelum mampu menyatukan kepulauan nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Untuk mewujudkannya, Gajah Mada dan Majapahit membangun armada laut yang kuat di bawah pimpinan Laksamana Nala.

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389), Sumpah Palapa hamper terwujud. Pada tahun 1357 hampir seluruh wilayah nusantara berhasil disatukan oleh Gajah Mada di bawah kekuasaan Majapahit. Oleh karena itu, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan. Dalam kitab Negarakertagama dijelaskan pada masa Hayam Wuruk wilayah Majapahit meliputi Jawa, Sumatera, Tanjungpura (Kalimantan), Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Semenanjung Malaya. Majapahit juga menjalin hubungan baik dengan Negara-negara seperti Siam, Campa, dan Cina.

Pada masa pemerintahan Jayam Wuruk, Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan memegang otoritas politik tertinggi. Dalam menjalankan pemerintahan, raja dibantu sejumlah pejabat pemerintah seperti:

a.    Rakryan Mahamantri Kartini (biasanya di jabat oleh putra-putra raja) yang teridiri atas Mahamantri I Hino, Mahamantri I Hulu dan Mahamantri I Sirikan.

b.    Rakryan Manrtri ri Pakira-kiran (Dewan menteri yang melaksanakan pemerintahan). Jabatan Rakryan Mantri ri Pakira-kiran terdiri atas:

·         Rakryan Mahapatih (panglima/Hamangkubumi)

·         Rakryan Tumenggung (panglima kerajaan)

·         Rakryan Demung (pengatur rumah tangga kerajaan)

·         Rakryan Kemuruhan (penghubung dan tugas-tugas protokoler)

·         Rakryan Rangga (pembantu panglima)

c.    Dharmadyaksa (pejabat hokum agama), terdiri atas Dharmadyaksa ring Kasaiwan (agama Hindu) dan Dharmadyaksa ring Kasogatan (agama Buddha).

d.    Dharma-upapatti (para pejabat keagamaan).

Selain pejabat-pejabat tersebut, masih terdapat sejumlah raja daerah yang menduduki birokrasi pemerintahan Majapahit. Raja daerah bergelar Paduka Bhattara (Bhre). Gelar ini merupakan gelar tertinggi bangsawan di Majapahit. Para Paduka Bhattara memerintah kerajaan-kerajaan kecil yang menjadi vassal Majapahit. Oleh karena itu, posisi Paduka Bhattara diberikan kepada kerabat dekat raja. Tugas Paduka Bhattara adalah mengelola wilayah kerajaan bawahan, memungut pajak, dan mengirim upeti atau pajak ke kerajaan pusat.

Pada masa Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit memiliki duabelas kerajaan bawahan yang diperintah oleh Paduka Bhattara. Sementara itu, Majapahit terbagi dalam beberapa wilayah administrasi yaitu:

a.    Bhumi yaitu wilayah kerajaan pusat yang dipimpin ileh raja

b.    Nagara yaitu wilayah kerajaan bawahan atau kapupaten yang dipimpin oleh paduka bhattara atau gubernur

c.    Watak yaitu wilayah setingkat kecamatan yang dpimpin oleh wiyasa

d.    Wanua yaitu wilayah setingkat desa yang dipimpin oleh lurah

e.    Kabuyutan yaitu wilayah setingkat dusun kecil.

Hayam Wuruk wafat pada tahun 1389 dan digantikan oleh putrinya Dyah Kusumawardhani yang didampingi oleh suaminya Wikramawardhana (1389-1429). Pengangkatan Dyah Kusumawardhani memicu perang saudara karena anak Hayam Wuruk dari istri selirnya, yaitu Bhre Wirabumi menuntut tahta kerajaan Majapahit. Pertentangan ini menyebabkan perang saudara yang dikenal dengan Perang Paregreg.

Sejak saat itu, satu per satu wilayah bawahan Majapahit mulai melepaskan diri dengan cara tidak membayar upeti. Kondisi ini menyebabkan mundurnya kerajaan Majapahit. Selai itu, kemunduran kerajaan Majapahit disebaboak oleh:

a.   Terjadi perang saudara (Paregreg)

b.   Tidak ada tokoh-tokoh yang kuat di pusat pemerintahan yang dapat mempertahankan kesatuan wilayah sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada

c.    Adanya nepotisme

d.   Tidak mampu melindungi pusat-pusat perdagangan

e.   Banyaknya daerah-daerah bawahan yang memisahkan diri

f.     Masuknya pengaruh Islam

 

4.    Kehidupan Ekonomi

Perekonomian masyarakat Majapahit terbagi menjadi dua yaitu sector agraris dan maritime. Kegiatan Majapahit tidak dapat dipisahkan dari keberadaan sungai Brantas. Salah satu pelabuhan utama Majapahit, yaitu Hujung Galuh dibangun di hilir Sungai Brantas. Bersama dua pelabuhan lainnya yaitu Surabaya dan Tuban, Majapahit mengembangkan sektro perdagangan maritime. Sebagai kerajaan maritime terbesar di Nusantara, Majapahit menguasai pusat-pusat perdagangan yang strategis seperti Selat Malaka, selat Sunda, Tanah Genting Kra, Laut Jawa, dan Kepulauan Maluku.

Untuk memperlancar perdagangan, Majapahit memncetak mata uang sebagai alat pembayaran yang sah. Mata uang tersebut dikeal dengan sebutan Kepeng atau gobog. Menurut berita Cina, mata uang Majapahit dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam dan tembaga. Pencetakan mata uang disebabkan oleh kegiatan ekonomi yang semakin komplek. Oleh karena itu, dieprlukan uang pecahan kecil atau uang receh agar dapat digunakan dalam kegiatan ekonomi sehari-hari. Selain sector pertanian dan perdaganganm pemerintah Majapahit memperoleh pendapatan dari sector pajak dan upeti.

5.    Kehidupan Sosial

Penduduk Majapahit terdiri atas penganut agama beragam. Meskipun demikian, rakyat Majapahit dapat hidup rukun dan berdampingan. Raja Majapahit selalu berusaha agar ketentraman masyarakatnya berjalan dengan baik. Keharmonisan rakyat Majapahit dituliskan oleh Mpu Tantular dalam kitab Sutasoma dengan kalimat Bhinneka Tunggal Ika. Usaha raja majapahit dalam menjaga kerukunan beragama perlu diteladani.

6.    Kehidupan Budaya

Kerajaan Majapahit sangat memperhatikan seni budaya. Salah satu aspek budaya yang berkembang adalah kesusastraan. Para raja Majapahit sangat peduli dengan eksastraan. Berbagai karya sastra yang dihasilkan para pujangga Majapahit antaralai:

a.    Kitab Nagarakertagama karya Mpu Prapanca menjelaskan tentang kerajaan Majapahit dan daerah bawahannya

b.    Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular menjelaskan kerukunan hidup beragama di Majapahit. Dalam kita  ini terdapat ungkapan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang kemudian dikenal sebagai semboyan Republik Indonesia.

c.    Kitab Arjuna Wijaya karya Mpu Tantular menceritakan tentang pertempuran antara raksasa dan Arjuna Sasrabahu.

d.    Kitab Tantu Pagelaran menceritakan pemindahan Gunung Mahameri ke Pulau Jawa oleh Dewa Brahma, Wisnu dan Syiwa

e.    Kitab Panjiwijayakrama menceritakan riwayat Raden Wijaya hingga menjadi raja Majapahit

f.     Kitab Usana Jawa menceritakan penaklukan Bali oleh Gajah Mada dan Aryadarma

g.    Kitab Pararaton menceritakan riwayat raja-raja Singosari dan Majapahit

h.    Kitab Sundayana menceritakan peristiwa Bubat

Seni bangunan di Majapahit juga mengalami perkembangan pesat. Masyarakat Majapahit mampu menciptakan tata ruang kota dan istana yang indah. Sebagian besar bangunan di komplek istana kotaraja Majapahit tang berada di situs Trowulan memiliki dinding batu bata, atap genting, dan saluran pembuangan dari pipa tanah liat. Seni bangunan Majapahit juga terlihat pada beberapa candi yang dibangun oleh raja-raja Majapahit seperti candi Penataran, Tegalwangi, Sumberjati, Tikus, Brahu, Kedaton, gapura Wringin Lawang, dan Gapura Bajang Ratu. Peninggalan-peninggalan tersebut saat ini masih dapat dilihat di Trowulan, Jawa Timur.

 

Gambar 5: Candi Tikus
(Sumber: sejarahlengkap.com)

Sumber:

  1. Magda Alfian, Dkk. 2007. Sejarah : Untuk SMA dan MA Kelas XI Program IPS. Jakarta. Esis
  2. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2017. Sejarah Indonesia Kelas XI Semester 1. (edisi Revisi). Jakarta
  3. Danik Isnaini, Sri Pujiani. 2020. PR Sejarah Indonesia untuk SMA dan MA kelas XI semester 1. Yogyakarta. PT Intan Pariwara
  4. Adara Primadia.2020. 15 Peninggalan Kerajaan Singasari dan Penjelasannya (#Terlengkap).Diakses 6 September 2020
  5. Histori.id. 2020. Kerajaan Majapahit. Diakses pada 6 September 2020

No comments:

Post a Comment