Friday, September 22, 2017

Revolusi Amerika


A.    Sebelum Amerika Kedatangan Christopher Columbus
Sebelum Columbus menemukan benua Amerika, telah ada beberapa bangsa Eropa yang pernah menginjakkan kaki di daerah pantai Benua Amerika, yaitu bangsa Noor atau lebih dikenal dengan bangsa Viking dari Norwegia. Tahun 981 M pelayaran bangsa Viking telahs sampai ke Greenland dbawah pimpinan Erik Ericson (Eric the Red). Kemudian tahun 1003 M Thorfin Karlsefnio berlayar dari Greenland dan mendarat di daerah Vinland. Kemudian pelayaran tersebut sampai di pantai benua Amerika. Namun, bangsa Viking adalah bangsa bajak laut yang tidak menetap didaratan dan tidak mencari daerah jajahan.
B.     Keadaan Amerika Setelah Pelayaran Columbus sampai di Benua Amerika
Setelah Perjanjian Thordesillas (1492), atas perintah raja Spanyol, Columbus berlayar ke arah barat untuk mencari dan menemukan sumber rempah-rempah di dunia timur. Perjalanan Columbus sampai di Kepulauan Bahama, Cuba, dan St Domingo. Keberhasilan Columbus diikuti oleh orang-orang Spanyol dan Portugal yang datang ke Amerika sehingga daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan menjadi daerah jajahan Spanyol dan Portugal. Portugal hanya berhasil menguasai Brazil.

Sejak abad ke-17, Amerika Utara menjadi rebutan bangsa-bangsa Eropa seperti Perancis, Inggris, dan Belanda.
1.      Perancis. Pada tahun 1603, Samuel de Champlain menduduki Kanada, kemudian tahun 1682, La Salle menduduki daerah Sungai Missisippi, disusul pada 1699 Iberville menduduki muara Missisippi. Dengan demikian Perancis mempunyai daerah jajahan bagian tengah dari Amerika Utara yaitu Kanada, sampai ke New Orleans
2.      Inggris. Tahun 1564 Raleigh menduduki Virginia, 1620 Pilgrimfather (Mayflower) menduduki Massachusetts, 1623 Calvert menduduki Maryland. Dengan demikian Inggris berhasil menguasai daerah sepanjang pantai timur Amerika Utara
3.      Belanda. Hudson menduduki daerah sungai Hudson pada tahun 1609, kemudian disusul pada tahun 1626 Minuit menduduki daerah Nieuw Amsterdam (sekarang New York)
Pada tahun 1674, Inggris berhasil merebut Nieuw Amsterdams dan kemudian mengganti namanya menjadi New York. Dalam Perang Tujuh Tahun pada tahun1756-1763 antara Inggris dan Perancis, Inggris berhasil merebut kembali daerah-daerah yang dikuasai Perancis seperi Kanada dan Lousiana (daerah Missisippi)
C.    Perang Kemerdekaan Amerika Serikat (1774-1776)
1.      Perang Kemerdekaan Amerika Serikat (1774-1776)
Perang kemerdekaan Amerika Serikat sebenarnya lebih ditujukan untuk menentang kekerasan Inggris kepada kaum kolonis. Pertempuran semula terjadi di Lexington dan kemudian berlanjut ke daerah Boston. Kedudukan Inggris semakin terdesak menghadapi gerakan-gerakan para pejuang Amerika Serikat. Akhirnya Inggris terpaksa meminta bantuan pada koloninya di Kanada. Namun, koloni di Kanada menolak untuk mengirimkan bantuan menghadapi perlawanan Amerika Serikat. Bahkan, koloni di Kanada berbalik melakukan pemberontakan yang melemahkan kedudukan Inggris di Amerika. Terlebih ketika Spanyol mengumumkan perang kepada Inggris di Eropa.
Perang Kemerdekaan Amerika Serikat
Keadaan dimanfaatkan oleh pejuang kemerdekaan untuk bergerak menentang Inggris. George Washington telah mempersiapkan pasukan untuk menghadapi serangan yang dilakukan oleh pihak Inggris. Tulisan Thomas Paine berjudul Common Sense (Pikiran Umum) tahun 1776 menyebabkan rakyat Amerika Serikat semakin sadar atas situasi negara dan berusaha untuk mengubah sifat perjuangannya.
Meletusnya perang kemerdekaan Amerika Serikat disebabkan oleh beberapa factor:
a)      Timbulnya paham kebebasan dalam bidang politik. Para kolonis yang ada di Amerika merupakan tokoh-tokoh politik Inggris yang gagasannya tidak diterima atau bertentangan dengan pemerintahan Inggris. Mereka datang ke Amerika untuk mendapatkan kebebasan berpolitik.
b)      Timbulnya paham kebebasan dalam perdagangan. Para kolonis ingin mengadakan perdagangan dengan semua bangsa di Eropa, namun tidak mendapatkan izin dari pemerintah Inggris.
c)      Pemungutan pajak yang tinggi. Pajak yang dituangkan dalam Revenue Act dan Billeting Act tahun 1764 menyebabkan kehidupan rakyat di daerah koloni bertambah sulit sehingga pelaksanaannya ditentang oleh seorang tokoh bernama Samuel Adaams dengan semboyan nya “No Taxation Without Representation” (tidak aka nada pajak tanpa adanya perwakilan di Parlemen)
Boston Tea Party pict from history.com
d)     Peristiwa The Boston Party. Merupakan peristiwa pembongkaran teh-teh dari tiga buah kapal miliki Inggris di pelabuhan Boston yang dilakukan oleh orang-orang kolonis yang menyamar sebagai penduduk Indian. Teh tersebut dibuang ke laut sebagai bentuk perlawanan kaum kolonis terhadap pemerintah Inggris.
Untuk menegakkan kemerdekaan, diselenggarakanlah kongres di kota Philadelphia yang dihadiri oleh 13 perwakilan dari daerah koloni. 13 perwakilan menandatangani kesepakatan bersama Declaration of Independence yang disusun oleh panitia kecil antara lain Thomas Jefferson, benyamin Franklin, Roger Sherman, Robert Livingstone, dan John Adams pada tanggal 4 Juli 1776. Pernyataan terkenal dalam Declaration of Independence adalah “Bahwa semua orang diciptakan sama, bahwa Tuhan telah menganugrahkan beberapa hak yang tidak dapat dipisahkan dari padanya diantaranya life, liberty and the pursuit of happiness”. Kemudian 4 Juli ditetapkan sebagai hari Kemerdekaan Amerika Serikat (Independence Day). Kongres ini juga menyetujui adanya Articles of Convederate sehingga terbentuklah United States of Amerika (USA).
Declaration Of  Independence
pict from history.com
Selain perjuangan fisik, para kolonis melakukan perjuangan diplomasi yang dipimpin oleh Benjamin Franklin. Perjuangan ini sifatnya untuk menghadiri berbagai kongres agar dapat menyatakan kepada dunia internasional bahwa Amerika Serikat telah merdeka. Perancis merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Amerika Serikat pada tahun 1778. Perancis mengirimkan pasukan dibawah pimpinan Jenderal Lafayette untuk membantu perjuangan Amerika Serikat melawan Inggris. Perancis memiliki tujuan lain untuk balas dendam atas kekalahan dalam perang Laut Tujuh Tahun. Spanyol membantu Amerika Serikat melawan Inggris untuk mendapatkan kembali daerah Gibraltar dan Florida.
Kedudukan Inggris semakin melemah karena menghadapi banyak peperangan seperti di Eropa menghadapi Spanyol yang menuntut daerah Gibraltar. Di Kanada, Inggris mengalami penolakan saat meminta bantuan melawan koloni Amerika Utara. Inggris dipimpin oleh Jenderal Cornwalls bersama 7000 orang tentaranya menyerah kepada George Washington dan Lafayette di Yorktown tahun 1783. Akhirnya dalam Perjanjian Paris, Inggris dipaksa menandatangani perjanjian dengan tujuan agar kemerdekaan Amerika Serikat diakui secara sah oleh negara-negara di dunia.
2.      Perkembangan Amerika Serikat
Ketika Declaration of Independence ditandatangani, Amerika Serikat hanya terdiri dari 13 negara bagian. Pada perkembangannya Amerika Serikat menjadi 50 negara bagian. Perkembangan tersebut terjadi karena:
a.       Penambahan wilayah melalui ekspansi atau penyerangan dan pendudukan
b.      Memberikan perlindungan kepada negara-negara yang menginginkannya dengan tujuan untuk menghindari ancaman dari Negara lain dan selanjutnya menjadi negara bagian
c.       Pembelian wilayah yang disebabkan karena alasan politik
Tahun 1788 Undang Undang Negara Amerika Serikat disahkan dan wajib ditaati oleh seluruh negara-negara bagian maupun pemerintah pusat. Pemerintah pusat terdiri atas Presiden dan Kongres. Presiden dipilih melalui pemilihan umum secara langsung oleh rakyat serta menduduki jabatan selama 4 tahun. Presiden dibantu oleh para menteri. Kongres sebagai badan tertinggi negara terdiri dari Senat (perwakiland dari negara-negara bagian yang diwakili oleh dua orang) dan House of Representative (DPR) sebagai wakil atas sejumlah penduduk.
Dalam sidang Kongres tersebut akhirnya George Washington terpilih sebagai presiden pertama Negara Amerika Serikat dan memerintah dari tahun 1789 – 1797.
Presiden Amerika Serikat James Monroe mencetuskan sebuah doktrin yang bertujuan membentuk persekutuan di antara Negara-negara yang ada di benua Amerika. Doctrin ini berbunyi “America for the Americans”. Doktrin ini menggambarkan perkembangan poliik Amerika Serikat yang dapat diartikan sebagai berikut:
·         Bila ditekankan pada kata ‘America’, maka doktrin tersebut berarti bahwa orang-orang Amerika dilarang ikut campur tangan dalam persoalan di luar Amerika. Artinya Amerika menjalankan politik isolasi
·         Bila ditekankan pada kata ‘Americans’, bahwa bangsa-bangsa yang bukan Amerika dilarang ikut campur dalam masalah di Amerika
·         Pada kata ‘The’ doktrin ini memperlihatkan bahwa Amerika Serikat menginginkan supermasi atas benua Amerika dan ingin membentuk Pan Americanism dibawah pimpinan Amerka Serikat.
3.      Perang Saudara (civil war) di Amerika Serikat
Pada 13 negara bagian di Amerika Serikat memunculkan dua blok yang saling bertentangan. Kedua blok tersebut adalah blok Utara yang dipimpin oleh Alexander Hamliton dan Blok Selatan dengan tokohnya Thomas Jefferson. Perbedaan antara kedua blok tersebut adalah:
a.       Dalam bidang ekonomi, Blok Utara mendasarkan pada ekonomi industry sedangkan Blok Selatan mendasarkan ekonomi agraris
b.      Dalam bidak perbudakan, blok utara tidak memerlukan budak, sedangkan blok selatan membutuhkan budak
c.       Dalam bidang kepartaian, blok utara memiliki Partai Republic, sedangkan blok selatan memiliki Partai Democrat.
d.      Dalam bidang social,blok Utara bersifat demokratis dan blok selatan bersifat aristokratis.
Munculnya Perang Saudara di Amerika Serikat disebabkan oleh beberapa factor:
a.       Antara blok Utara dan blok selatan terlalu banyak perbedaan terutama dalam bidang politik, ekonomi social dan budaya
b.      Tulisan Beecher Stowe yang berjudul Uncle Tom’s Cabin yang menggambarkan penderitaan budak-budak belian yang dipekerjakan di daerah-daerah perkebunan di Selatan yang menyebabkan masalah semakin memanas.
c.       Terpilihnya Abraham Lincoln sebagai Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik dan dikelan sebagai seorang yang anti perbudakan
d.      Amerika Selatan bagian Selatan ingin memisahkan diri dari Amerika Serikat dengan membentuk Confederate State of America dengan Jefferson Davis sebagai presiden serta menetapkan kota Richmond sebagai ibukota.
Perang saudara berlangsung selama 4 tahun (1861 – 1865). Perang saudara ini disebu juga perang Abolisi yaitu perang yang ingin menghapuskan perbudakan dan Perang Suksesi yaitu perang dimana pihak selatan ingin memisahkan diri dari pemerintahan pusat. Perang ini dimenangkan oleh pihak Utara.
Dampak dari Perang Saudara di Amerika Serikat ini adalah:
a)      Penghapusan system perbudakan
b)      Kehancuran perekonomian pada negara Amerika Serikat bagian selatan
c)      Munculnya kaum petualang dari Amerika Serikat bagian Utara (Carpetbeggars) yang datang ke wilayah Selatan untuk melakukan perampokan-perampokan
d)     Di tingkat tinggi berusaha untuk memegang jabatan yang bertujuan untuk melakukan korupsi
e)      Ditingkat rendah mereka melakukan perampokan harta milik para tuan tanah
f)       Timbul kebencian dari pihak Selatan terhadap orang-orang Negro yangmendapat persamaan kedudukan dengan orang kulit putih
g)      Kehormatan Amerika Serikat naik dimata internasional seperti:
·         Amerika Serikat mununtut Perancis agar menarik tentaranya yang ditempatkan di Meksiko dengan tujuan menjaga Kaisar Maximilliam (1867). Tuntutan ini dipenuhi oleh Kaisar Napoleon III karena Perancis takut melawan Amerika Serikat
·         AS menuntut Inggris untuk mengganti kerugian lewat pengadilan internasional di Geneva karena membantu pihak Selatan
·         AS meminta Rusia untuk menjual Alaska tahun 1867 untuk dijadikan bagian wilayahnya dengan maksud mengepung Inggris yang berkuasa di Kanada
Dengan demikian, AS dapat mengepung Inggris di Kanada. Pada sekitar abad ke-19 AS berkembang kea rah barat dengan menduduki daerah-daerah bari seprti Indiana (1816), Missisippi (1817), Missouri (1821),Texas (1845), Iowa (1846), Oregon (1848), California (1850). Amerika serikat adalah contoh pertama suatu pemerintahan yang berjuang untuk kemerdekaan dan mewujudkan suatu pemerintahanyang berlandaskan demokrasi.

Revolusi Amerika memberikan pengaruh terhadap munculnya pergerakan nasional di Indonesia. Perngaruh tersebut lebih bersifat pada paham-paham tentang hak bagi setiap bangsa memperoleh kemerdekaan dan kedaulatan. Paham-paham yang dicantumkan dalam Declaration Of Independence memuat pengakuan hak-hak asasi manusia yang bersifat universal. Hak tersebut yaitu hak untuk hidup, merdeka dan memperoleh kebahagiaan. Paham tentang hak asasi mendorong tokoh-tokoh pergerakan untuk melakukan hal yang sama dengan menuntut diakuinya hak asasi mereka oleh pemerintah Belanda. Hal tersebut bisa kita temukan dalam Mukadimah UUD 1945 yang mencantumkan pernyataan bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan pengakuan hak asasi manusia.

Daftar Literatur:
1. I Wayan Badrika, 2006. Sejarah Untuk SMA Kelas XI Program Ilmu Sosial. Jakarta, Penerbit Erlangga
2. Marsaban, Ali. 1974. Revolusi Induustri. Jakarta, Ganeco
3. Ameican Revolution History
4. Boston Tea Party
5. Declaration Of Independence

~Suci Mairozasya~

No comments:

Post a Comment