Thursday, March 10, 2016

Revolusi Perancis

A. Keadaan Eropa sebelum Revolusi Perancis

Ajaran Eropa sebelum revolusi Perancis adalah ajaran Niccolo Machiavelli. Ajarannya mendukung kekuasaan raja secara mutlak. Dalam buku Niccolo Machiavelli yang berjudul II Principe digambarkan tentang kekuasaan seorang raja yang absolut dengan kekuasaan tak terbatas terhadap suatu negara, termasuk harta dan rakyat yang berada di dalam wilayah kekuasaannya. 

Raja Frederick II (1740 - 1786) dari Prusia
Raja Frederick II memajukan dan memperkuat kerajaan Prusia agar menjadi sebuah kerajaan terkuat di Jerman. Otto Van Bismarck menjadi Perdana Menteri, juga mempunyai cita-cita untuk mempersatukan Jerman di bawah Kerajaan Prusia. Politik Bismarck adalah Darah dan Besi (Druch Blut und Eisen) yaitu berusaha untuk memajukan negaraya dengan cara membangun industri secara besar-besaran dan juga diimbangi dengan pembangunan angkatan perang yang kuat.


Tsar Peter Yang Agung (1689 - 1727)
Tsar Peter Yang Agung berusaha untuk memajukan Kerajaan Prusia melalui beberapa cara, diantara mendatangkan teknisi-teknisi dari beberapa negara untuk membangun industri-industru di Rusia seperti:
  1. industri
  2. Senjata
  3. membangun armada-armada daam usaha untuk memperkuat negaranya

Politik Tsar Yang Agung yang terkenal adalah Politik Air Hangat. Politik Air Hangat adalah politik untuk mencari pelabuhan-pelabuhan yang tidak membeku pada musim dingin. Tsar Peter yang Agung membangun sebuah kota baru di Laut Baltik yang diberi nama St. Peterburg. Kota ini dijadikan sebagai ibukota kerajaan Rusia dan setelah Revolusi Rusia tahun 1917 kota ini diubah namanya menjadi Leningrad.

Kaisar Joseph II di Austria
Berpendapat bahwa pemerintahan didirikan untuk melindungi rakyat, sehingga didalam menjalankan pemerintahannya kaisar Joseph II mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Menghapus sistem petani ulut atau petani budak
  2. Menghapus hak istimewa kaum bangsawan di dalam memungut pajak

Raja Charles I (1625-1649) di Inggris
Raja Charles ingin membentuk kekuasaan absolut di negerinya. Akan tetapi usaha raja Charles I mendapat tantangan hebat dari parlemen dibawah pimpinan Oliver Cromwell. Akibatnya perang meletus antara golongan yang memihak raja Charles I dengan golongan sebagai kepala negara dan bergear Lord Protector. Masa pemerintahan Cromwell terkenal dengan pemerintahan yang diktator. Namun, setelah Comwell meninggal dunia, Inggris kembali diubah menjadi kerajaan, dan Charles II diangkat menggantikan Cromwell.

B. Absolutisme di Perancis

Pembentukan kekuasaan absolut di Perancis di pelopori oleh perdana menteri Cardinal Richelieu(1662-1643). Kekuasaan absolut di Perancis berlanjut pada masa pemerintahan perdana Menteri Jules Cardinal Mazarin (1610-1643).
Menteri Jean Baptist Colbert (1662-1683) sangat berjasa dalam melaksanakan politik ekonomi merkantilisme. Pada masanya sering disebut Colbertisme. Semua kewajiban perdagangan dan perekonomian diatur oleh pemerintah dengan tujuan untuk mendapat keuntungan dalam jumlah yang sangat besar. Pada masa pemerintahan Raja Louis XIV terungkap bahwa pembentukan kekuasaan absolutisme di Perancis merupakan yang paling berhasil di seluruh wilayah Eropa.
Ciri-ciri pemerintahan Raja Louis XIV :

  1. memerintah tanpa Undang-undang
  2. memerintah tanpa Dewan Legislatif
  3. memerintah tanpa kepastian hukum
  4. memerintah tanpa anggaran belanja yang pasti
  5. memerintah tanpa dibatasi oleh kekuasaan apapun

Raja Louis XIV terkenal dengan ucapan "L'eatat c'estmoi' (negara adalah saya), yang merupakan suatu semboyanabadi yang melukiskan bagaimaa seorang raja absolut paling berhasil dikawasan Eropa. Raja Louis XIV menempatkan diri sebagai raja yang luar biasa sekaligus menunjukkan bahwa kekuasaan diperoleh radi Tuhan (Le Droit Divin). Istana yang berada di Versailles disebut Istana Sang Surya (Le roi so Leil)
Keadaan ini menyebabkan munculnya gerakan yang menentang raja. Gerakan ini dipelopori oleh kaum masyarakat kota atau golongan ketiga (borjuis).
faktor pendorong membuat lebih cepat meletusnya Revolusi Perancis adalah pemikiran-pemikiran beberapa tokoh berikut:
1. John Locke
Menganjurkan adanya Undang-undang (konstitusi) dalam suatu kerajaan. Berpendapat bahwa manusia memiliki hak-hak sejak lahir. Seperti hak kemerdekaan, hak hidup, hak memilih, hak untuk memiliki dan sebagainya.

2. Montesquieu
Seorang filsuf berkebangsaan Perancis. L'Esprit des Lois (The Spirit of Laws) menyatakan bahwa suatu negara yang ideal adalah yang kekuasaannya dibagi atas ketiga kekuasaan (Trias Politica)yaitu:

  • Legislatif (pembuat Undang-undang)
  • Eksekutif (pelaksan undang-undang)
  • Yudikatif (mengadili setiap pelanggar undang-undang)

3. Jean Jaques Rousseau
Dalam bukuna berjudul Du Contract Social (Perjanjian Masyarakat), Rousseau mengatakan bahwa manusia sejak lahir adalah sama dan merdeka. Oleh karena itu, ia menganjurkan sistem pemerintahan demokrasi atau kedaulatan rakyat dengan semboyan 'dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat'

Sebab-Sebab Revolusi Perancis
a. Sebab Umum

  • utang negara terlalu banyak
  • pajak yang tinggi
  • adanya blangko surat penagkapan yang ditandatangani oleh raja
  • kebencian rakyat terhadap penjara Bastille

b. Sebab Khusus
Masalah penghambur-hamburan uang negara yang dilakukan oleh permaisuri Raja Louis XVI Marie Antoinette beserta putri-putri istana lannya

Klimaks dari situas tersebut adalah penyerangan terhadap penjara Bastille tanggal 14 Juli 1789. Penjara ini merupakan lambang kekuasaan dan kesewenang-wenangan Raja Louis. Sejak tahun 1789 pemerintahan berada dibawah kekuasaan golongan ketiga. Pemerintahan dipegang oleh pemerintahan revolusi. Tindakan yang dilakukan antara lain:

  • membentuk pasukan keamanan nasional yang dipimpin oleh Jenderal Laffayette
  • Menyusun majelis konstituante/dewan rakyat
  • menghapus pernyataan hak-hak manusia dan warga yang merupakan salah satu piagam tentang hak asasi manusia
  • menghapus hak-hak istimewa golongan bangsaawan/gerejani

Semboyan revolusi perancis yang dicetuskan oleh JJ Rousseau adalah

  • Liberte (Liberty - Kebebasan)
  • Egalite (Equality - Persamaan)
  • Fraternite (Fraternity - Persaudaraan)


Tahun 1791, Perancis menjadi sebuah negara Monarki Konstitusional (Kerajaan berundang-undang).

No comments:

Post a Comment